TIK DALAM PRIORITAS PENGGUNAAN DANA DESA 2017-bagian 2

Pasal 7 dalam Permendesa No 22 tahun 2016 membahas mengenai program dan kegiatan bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa dengan beberapa gambaran kegiatan lain yang menjadi prioritas seperti :

  1. Peningkatan partisipasi warga dalam proses perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan Desa.
  2. Dukungan pengelolaan kegiatan pelayanan dasar di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan dan anak, kelompok marginal dan penyandang disabilitas.
  3. Pelestarian lingkungan hidup.
  4. Penanganan kegiatan terkait bencana alam.
  5. BumDes dan BumDes Bersama.
  6. Pengembangan sistem informasi Desa.

Hampir keseluruhan kegiatan prioritas diatas bisa  memanfaatkan TIK sebagai alat percepatan. Pemanfaatan web desa sebagai media bersuara dalam tema-tema seperti pelestarian ekosistem desa atau berbagi informasi terbaru terkait mitigasi bencana bisa mendorong munculnya ide baru yang bermanfaat bagi warga. Web desa bisa juga dimanfaatkan sebagai media komunikasi warga dengan perangkat Desa  menjaring aspirasi dan laporan warga terkait proses pembangunan Desa. Dengan transparansi dan partisipasi warga Desa menjadi kuncinya maka  hasil pemanfaatan Dana Desa bisa dipastikan akan lebih bermanfaat dan tepat sasaran.

Selain itu TIK bisa menyediakan database pengetahuan yang memungkinkan pengembangan kapasitas dan kapabilitas masyarakat desa termasuk kelompok marjinal dan penyandang disabilitas. Desa Inklusi dengan semangat kesetaraan hak termasuk hak akses terhadap informasi dan layanan publik di Desa bagi semua kelompok masyarakat akan  lebih mudah diwujudkan. Sistem early warning kebencanaan juga bisa dibangun memanfaatkan TIK dengan konsep yang mudah dan efisien disesuaikan dengan kebutuhan dan kearifan lokal.

Secara umum Permendesa No 22 tahun 2016 ini sudah bisa menjawab semua pertanyan dan kegamangan perangkat desa mengenai apa yang menjadi prioritas dan boleh dilakukan dalam memanfaatkan Dana Desa. Hampir semua hal bisa dan boleh dilaksanakan selama semangat  transparansi bisa dijaga dan tingginya partisipasi warga dalam proses pembangunan Desa bisa didorong. Pembangunan  fisik dan non fisik tentunya harus seimbang dan tak lupa memastikan terpenuhinya pelayanan dasar bagi seluruh warga Desa.

TIK hadir bukan sebagai solusi utama dari segala permasalahan yang ada namun pada prinsipnya TIK hadir mempermudah dan mempercepat proses serta memperbesar skala pencapaian hasil yang diinginkan bersama. Perlu kearifan lokal sebagai pegangan agar peran TIK tidak mereduksi budaya yang  ada. Tak perlu juga dipaksakan semua harus berbasis TIK karena dalam sejarah pemanfaatannya, sisi teknologi cenderung masih kalah dominan dengan faktor perubahan pola pikir dan kemampuan memanfaatkan baik dari perangkat desa maupun warganya. Mari manfaatkan TIK dengan bijak, dimulai dengan mempersiapkan kemampuan Sumber Daya Manusia sebagai pelaku dan sasaran pembangunan.

Diterbitkan oleh

arisk

laki-laki, udah itu aja

One thought on “TIK DALAM PRIORITAS PENGGUNAAN DANA DESA 2017-bagian 2”

  1. Terimakasih sdh mau menemani kegalauan kami didesa
    Selanjutnya kita segera kopi darat utk menyusun program kolaborasi antara RTIK dengan Agen pembaharuan desa inklusi di 2017,setidaknya menyusun kalender kerja bersama

    Terimakasih
    Salam berdesa
    Salam Trimatra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *